5.18.2011 | By Unknown
Sebenarnya ini bukan tentang kepergianku, bukan itu
Karena,
aku tahu bahwa semua iank ada pasti menjadi tiada pada akhirnya
Dan kepergian adalah sesuatu iank pasti,
dan kali ini adalah giliranku untuk pergi, kau sangat tahu itu.
Tapi iank membuatku tersentak sedemikian hebat
Adalah kenyataan bahwa kepergian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.
Kau tahu saiiank,
Rasanya seperti angin iank tiba-tiba hilank berganti kemarau gersank.
Pada airmata iank jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjank,
pada kesetiaan iank telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama aku ada,
aku bukan hendak megeluh, tapi rasanya terlalu sebentar aku disini.
Mereka mengira aku lah kekasih iank baik bagimu saiiank,
tanpa mereka sadari, bahwa kaulah iiank menjadikan aku kekasih iank baik.
Mana mungkin aku setia padahal memank kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.
Selamat tinggal saiiank,
kau dulu tiada untukku, dan sekarank kembali tiada.
selamat tinggal saiiank,
cahaya mataku, penyejuk jiwaku
selamat tinggal
Smoga kau bahagia
6.03.2010 | By Unknown
Jika kamu memiliki aku
Mengapa kamu mencari orang lain
Jika kamu membutuhkan aku
Mengapa kau pergi dariku
Jika Kamu mencintaiku
Mengapa kamu mengubah hatiku
Kau membuat ruangan akhir cerita
Yang ku sebut cinta dalam hidupku
Sekarang kau membenciku
Hal ini pnyebab apa yang kulakukan
Dan Kau katakan padaku
Aku yang kekanak-kanakan
Kau mencoba untuk menyakitiku
Dengan apa Iank telah kau lakukan
Kau membuatku menangis
Peristwa saat aku kehilangan tempat ku Yang ada dalam hatimu
Jika aku bisa terbang jauh dari sini
Aku akan membawamu sampai ke langit
Dan Kita dapat menari di atas awan
Kau bisa Lupakan semua
Dan aku dapat melihat senyum di wajahmu lagi
5.22.2010 | By Unknown
Di daerah pedalaman asia ada sebuah gununk es, iank di kakinya mengalir satu sungai
Di mana di hulu sungai tersebut ada sumber mata air iank dihuni seekor ikan, iank setiap hari berenank dan bernyanyi [kaya play group ya]...
Ikan itu sangat menyenangi mata air tersebut, karena mata air tersebut memiliki sumber air panaz dari gununk, dan airnya terasa hangat, padahal itu adalah gununk es
Ikan dan sungai tersebut salink menemani dalam setiap hari-harinya, mereka bersahabat dekat, bahkan sangat dekat
Keduanya sudah salink sangat mengenal satu dengan iank lainnya, dan memberi senyuman dalam tiap hari mereka
Suatu hari ikan tersebut berenank ke perairan iank jauh dan lama kembali ... Setelah kembali si air menegur si ikan; kenapa pergi jauh sekali sobat lama kembali lagi, kata si air
Si ikan menjawab dengan canda; aku emank lagi pingin main, dan buat apa si kamu tanya-tanya itu?, kata si ikan
Lalu kisah itu berlalu begitu sajja sampai suatu hari si ikan pergi lagi meninggalkan mata air tersebut ... Setelah lama, baru si ikan kembali dan mencoba menegajak si air bercengkrama seperti biasa
Keduanya salink bermain bersama, namun si ikan merasa ada iank aneh dengan si air, dan si ikan menanyakan kepada sahabatnya itu
Hei air; apa iank terjadi denganmu, kenapa kamu terasa dingin sekali? Si air hanya diam
Ikan kembali bertanya kepada air; kamu kenapa? Apa ada iank salah dengan aku, sehingga kamu nggx mau kasih kehangatan iank biasa kamu kasih ke aku?
Si air tak memberikan jawaban apapun, bahkan air tersebut semakin dingin dan si ikan semakin tak nyaman dengan suhu air tersebut
Si ikan semakin bertanya dalam hatinya, apa iank salah dengan aku, kenapa dia begitu dingin kepada aku
Si air akhirnya berusaha menjelaskan kepada si ikan; Aku memank dingin, tapi bukan kamu iank salah sahabatku
Aku berusaha memberikan kehangatanku kepadamu, namun memank sudah tidak bisa
Tidak ada iank salah denganmu, kesalahan ada pada sumber airku iank memank tak lagi mengeluarkan air hangat
Sebenarnya ini telah terjadi sebelum kau pergi kemarin, namun aku berusaha memberikan sisa kehangatanku kepadamu
Saat kau pergi semuanya benar-benar berhenti, aku tak lagi memiliki kehangatanku
Bagaimana aku bisa menghangatkanmu, sementara aku sendiri menggigil sendiri dalam tiap hariku, tak ada sesuatu atau siapapun iank menemaniku saat aku kehilangan kehangatanku
Aku pun tak bisa memanggil siapapun untuk menemaniku dalam kedinginan iank menggigil ... Satu-satunya kehangatan iank tersisa dariku adalah air mataku sendiri
Tak ada iank salah denganmu, hanya saja kau terlalu lama pergi, jadi saat kau kembali, perubahan ini terasa sangat kepadamu
Seandainya kamu gx pergi terlalu lama, mungkin kamu gx akan terlalu merasakan perubahan ini
karena sesungguhnya perubahan ini terjadi secara perlahan ... Jadi saat kau kembali, perubahan itu sudah begitu drastis
Aku sendiri kedinginan, lalu kau meminta kehangatan iank aku punya dulu, bagaimana aku menjawabnya sobat ... Apa iank haruz aku berikan kepadamu, aku tak tahu
Semakin hari ini berlalu aku semakin dingin dan akan membeku karena aku tak memiliki kekuatan untuk menghangatkan aku, dan gununk di atasku akan membekukan aku
Akupun tak tahu jika kau tak pergi lama kemarin, apakah aku bisa tetap hangat, jadi ini bukan salahmu
Aku hanya kecewa, aku hanya ingin saat aku menggigil kehilangan kehangatanku aku ditemani oleh nyanyian dan tarianmu iank dulu selalu ada untukku
Palink tidak aku tak sendiri di sini ... Tapi yah sudahlah sahabatku, aku tahu bahwa aku hanya sahabat, dan aku tak berhak melarank kemanapun kau ingin berenank dan berkelana
Itu hidupmu, dan aku hanya sebagian kecil dari hidupmu ... Karena aku tahu kau bisa hidup tanpa aku, kau bisa mencari mata air lain atau kau bisa mencari laut iank akan memberikanmu banyak hal dalam hidupmu
Tak ada iank perlu disesali, ini terjadi bukan karena kau pergi, tapi karena aku sendiri iank memank begini ... Bukan salahmu sahabat, dan aku memank bukan iank dulu kau kenal
Bukan hanya kamu sajja iank tak nyaman dengan aku, banyak ikan telah pergi meninggalkan aku, karena mereka hanya akan ada disini untuk kehangatanku sajja
Dan aku bukan iank dulu mereka kenal, karena aku dingin dan penuh kebencian kepada siapapun
Lebih baik kau pergi sebelum kau mati membeku di sungaiku ... Paling tidak berharaplah agar mentari menyinari aku dan menghangatkan ku sedikit ...
Si ikan pun menjauh sambil melihat sahabatnya perlahan berubah menjadi es, beku iank takan mungkin tersentuh olehnya lagi ... Sahabatnya mati dan membeku ...
4.26.2010 | By Unknown
Aku iri pada kaliant
Setiap kali iank kaliant bicarakan, slalu sadza tentank Seculah, kuliah, gaya hidup dan pacarr kaliant.
Sementara aku?
Apa iank mao aku bicarakan?
Apa iank mao aku banggakan?
Tak ada sepatah katapun iank bizha aku bicarakan
Tak ada satupun iank bizha aku banggakan.
Aku iri pada kaliant
setiap kali aku lihat kaliant, kluar masuk rumah mewah, mobil mewah.
Sementara aku?
Jangankan mobil mewah, sepeda bututtpun aku tak punya, dan aku tinggalpun hanya di dalam gubug iank penuh penderita.an
Aku iri pada kaliant
Setiap malam minggu kaliant slalu berduan sama pacarr ato berkumpul sama teman-teman kaliant.
Sementara aku?
Aku hanya bertemankan sepi dan segudank kerdza.an iank belum terselesaikan.
Aku iri pada kaliant
Iiank dengan mudah mendapatkan apa iank kaliant inginkan, tanpa susah payah.
Sementara aku?
Aku haruz bekerdza sendiri, bersusah payah sa.at ku inginkan sesuatu.
Aku iri pada kaliant
Sa.at kuliahat kaliant iank sedank merayakan kelulusan. Betapa bahagianya.
Sementara aku?
Aku hanya bizha meliahat di balik jendela kamarku.
Andai aku adalah salah satu dari kaliant.
Kapan aku bizha seperti kaliant ato mungkin kaliant seperti aku?
Biar aku bizha merasakan apa iank kaliant rasakan ato mungkin kaliant merasakan apa iank aku rasakan sa.at ini.
Sa.at kaliant beratanya kepadaku;
Lulusan apa kamu sculah/kuliah?
Dan aku jawab: AKU SERJANA
Serjana apa?
Serjana Dasar aliaz eS Do.ank aliaz SD
Kenapa tidak melanjutkan sculah?
Aku hanya bizha diam, tak mampu ku menjawab
Karna tak tao aku haruz manjawab apa.
Lalu aku bertnya kepada Ayah dan Ibuku
Kenapa aku tidak di sculah kan?
Kenapa aku tidak seperti mereka?
Ayah dan Ibuku menjawab, sambil menitikan air mata; Hidup memang pilihan
Jika dengan pilihan kami engkau merasa sepi dan merana, maka ma.avkanlah nag
Ma.avkan kami - Ma.avkan kami
Percayalah nag
Sepi dan ranamu adalah sebagian duka kami
Percayalah nag
Engkau adalah selalu menjadi belahan nyawa kami
Ma.avkanlah nag
Jika engkau tak bahagia dengan pilihan kami.
Kami bukannya tak mao, tapi kami tak mampu membiayai untuk sculah-mu
Kamu lihat sendiri ayahmu iank kerdza hanya sebagi petani kecil, iank hanya cukup buat makan kamu dan sodara-sodara-mu.
Lalu aku diam
Aku haruz menyalah kan siapa?
Haruz kah aku menyalah kan Tuhan iank telah menciptakan ku?
Haruz kah aku menyalah kan Ayah dan Ibuku?
Apa haruz kah aku menyalah kan kaliant ?
Tidak!!
Jelaz ini bukan salah Tuhan, bukan salah Ayah dan Ibuku, apalagi kaliant
Ini salahku
Iiank punya rasa iri pada kaliant karna tak mampu
Tak seharuznya aku punya prasaan ini
Seharuznya aku bizha lebih bersukur, karna aku mazih di beri kesempatan untuk hidup.